STAIL

KERJA IKHLAS vs KERJA CERDAS

...
Dibagikan oleh Admin pada 07 March 2018

Oleh: Ahmad Fathoni

Apa itu kerja ikhlas ?

Kerja ikhlas adalah bekerja dengan hati, dengan niat yang tulus semata-mata untuk ibadah dan mencari keridhaan Sang Pencipta. Sehingga jika akhirnya berhasil, maka akan lebih bersyukur dan jika tidak berhasil, maka tidak akan kecewa, karena semuanya sudah diatur oleh yang Kuasa. Jadi, jika bekerja dengan ikhlas, maka kerja bernilai ibadah dan ada ganjaran pahalanya.

Kerja ikhlas adalah ruh dari semua pekerjaan, namun terkadang ada yang menyalah artikan realita ini. Sehingga sebagian menganggap bahwa bekerja ala kadarnya saja tidak apa-apa yang penting ikhlas. Di sinilah letak kesalahan pemahaman sebagian orang dalam memaknai dan menginterpretasikan kerja ikhlas ini. Pekerjaan yang dilandasi dengan keikhlasan, maka ia akan melakukan pekerjaan itu dengan senang hati dan sepenuh hati (bukan ala kadarnya). Jadi jika ada yang mengatakan bahwa “kerja alakadarnya tidak apa-apa yang penting ikhlas”, sejatinya ia sedang melakukan pekerjaannya dengan tidak ikhlas, karena kerja ikhlas adalah bekerja sepenuh hati dan dengan senang hati, bukan separo hati atau setengah-setengah.

Apa itu kerja cerdas ?

Kerja cerdas adalah kerja yang tidak hanya mengandalkan otot, namun juga menggunakan otak, bisa berpikir kreatif dan inovatif, untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan waktu yang efektif, sehingga masih memiliki waktu dan energi untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan yang lainnya. Jadi, bekerja cerdas adalah pandai melihat peluang, memperhitungkan risiko dan mampu mencari solusi dalam penyelesaiannya.

Seringkali kerja cerdas ini dikaitkan dengan pekerjaannya para ilmuwan dan akademisi. Sehingga selain mereka yang pendidikannya rendah adalah kerja keras, bukan kerja cerdas. Padahal kerja cerdas bukan untuk kalangan ilmuwan dan akademisi saja, namun untuk siapa saja yang bekerja secara cerdas, kreatif dan inovatif.

Kerja Ikhlas dan Kerja Cerdas

Orang yang bekerja ikhlas akan mencurahkan segenap daya dan upayanya dengan maksimal dan sepenuh hati. Jika ikhlas telah menjadi ruh dalam bekerja, bisa dipastikan bahwa pekerjaannya pasti tuntas, terlepas jangka waktu penyelesaiannya kapan. Orang yang ikhlas dalam bekerja akan mencari dan menggunakan cara terbaik yang ia mampu, jelas kinerjanya pasti maksimal.

Sementara orang yang bekerja secara cerdas akan memikirkan dan menggunakan cara yang lebih kreatif dan inovatif sehingga pekerjaan akan terselesaikan dengan efektif dan efisien. Orang yang bekerja model ini, akan sangat efektif dan efisien dalam menjalankan peran dan tugasnya. Ia tidak membutuhkan waktu yang lama dalam menyelesaikan pekerjaannya, bahkan pekerjaan yang berat bisa ia rubah menjadi lebih ringan.

Seorang muslim yang cerdas akan bekerja secara ikhlas dan cerdas, sehingga pekerjaannya ia lakukan dengan setulus hati dalam rangka mendapat ridho Ilahi dan dengan kreatifitas serta inovasinya, ia mampu membuat pekerjaan lebih efektif dan efisien. Muslim yang cerdas tidak akan memisahkan antara kerja ikhlas dan kerja cerdas, karena kerja ikhlas adalah ruh dari setiap pekerjaan, sementara kerja cerdas adalah cara menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan efisien.

Jadi, kerja ikhlas dan kerja cerdas adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan, seperti dua sisi mata uang. Ibarat ruh dan jasad, jika salah satu unsur tidak ada maka tidak bisa sempurna. Begitulah korelasi antara kerja ikhlas dan kerja cerdas.

Wallahu A’lam Bish Showab….

Berita Terkait