MOJOKERTO — Sabtu bagi sebagian orang mungkin menjadi waktu untuk beristirahat. Namun, suasana berbeda terlihat di lingkungan Kampus STAI Luqman Al-Hakim (STAIL) Seloliman, Sabtu, 19 September 2026. Sebanyak 20 mahasiswa semester I mengikuti kegiatan Amal Sholeh berupa kerja bakti pekanan sebagai bagian dari pembinaan dan upaya menghidupkan kultur Hidayatullah.
Sejak pagi, para mahasiswa tampak antusias membersihkan lingkungan kampus dan melakukan perataan tanah urugan di area pembangunan masjid baru. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan hidup disiplin, peduli terhadap lingkungan, serta membangun semangat kebersamaan di kalangan mahasiswa.
Kegiatan Amal Sholeh didampingi langsung oleh pengasuh mahasiswa, Ustadz Muhammad Rijal Aslam, S.Pd. Menurutnya, kerja bakti pekanan bukan semata-mata aktivitas fisik, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi mahasiswa.
“Semoga dengan adanya kegiatan Amal Sholeh atau kerja bakti pekanan ini dapat membentuk karakter mahasiswa yang disiplin, peduli terhadap lingkungan, dan membangun kebersamaan di antara mereka,” ungkapnya.
Menariknya, pendamping tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga terlibat langsung bersama para mahasiswa dalam menyelesaikan pekerjaan. Keteladanan tersebut memberikan kesan tersendiri bagi peserta kegiatan.

Sukri, mahasiswa asal Sulawesi Barat, mengaku senang mengikuti Amal Sholeh pekanan tersebut. Menurutnya, keterlibatan langsung pengasuh membuat para mahasiswa semakin bersemangat.
“Dalam kerja bakti pagi ini kami sangat antusias dan bersemangat. Ustadz Aslam bukan sekadar memberikan arahan, tetapi beliau juga turun langsung membersamai kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan kerja bakti juga memberikan manfaat bagi kesehatan sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi lembaga.
“Kegiatan pekanan ini mendukung kami untuk menjaga kesehatan dan juga menjadi kesempatan bagi kami untuk berkarya bagi lembaga,” tambah Sukri.
Kegiatan Amal Sholeh merupakan salah satu kultur yang terus ditanamkan dalam proses pembinaan mahasiswa STAIL. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di ruang kuliah, tetapi juga dibiasakan untuk memiliki kepekaan, tanggung jawab, semangat gotong royong, dan kesediaan berkhidmat.
Tradisi Amal Sholeh juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter kader yang tidak berhenti pada kemampuan intelektual, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata dan kepedulian terhadap lingkungan serta kebutuhan lembaga.
Kerja bakti yang berlangsung sejak pagi tersebut berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Seluruh target pekerjaan yang telah ditetapkan dapat diselesaikan dengan baik melalui kebersamaan dan semangat para mahasiswa.
Harapannya melalui amal sholeh pekanan ini, kultur perjuangan, kebersamaan, dan semangat pengabdian yang menjadi bagian dari tradisi Hidayatullah diharapkan semakin tumbuh dalam diri mahasiswa sejak awal masa pendidikan mereka di STAIL.
