Guna membentuk kader pemimpin yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga professional, Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) melaksanakan program Tugas Departemen bagi mahasiswa semester V. Program ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis pengalaman yang mengintegrasikan kompetensi akademik, kepemimpinan, dakwah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya Alim Puspianto,M.Kom.I selaku Kepala Asrama STAIL melaporkan bahwa sebanyak 18 mahasiswa semester V akan mendapatkan amanah tugas di tujuh lokasi penugasan dengan bidang yang beragam. Mulai dari lembaga filantropi, lembaga pendidikan Al Qur’an, Organisasi masyarakat, DKM Masjid, sampai di kepengasuhan pondok pesantren.
Pelaksanaan Tugas Departemen berlangsung selama 1 tahun terhitung dari SK dibacakan. Melalui penugasan tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan tugas teknis, tetapi juga belajar beradaptasi, berkomunikasi, memimpin, serta memberikan kontribusi nyata di lingkungan tempat mereka mengabdi.
Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan berbagai pengalaman dan keterampilan, mulai dari kemampuan mengajar, ceramah, filantropi, manajemen dakwah, ketakmiran masjid, kepengasuhan, hingga administrasi dan kehumasan. Pengalaman lapangan tersebut diharapkan menjadi bekal penting ketika para mahasiswa kelak terjun langsung ke tengah masyarakat.
Acara penugasan tersebut dilaksanakan di Asrama Darul Arqam Jalan Keputih IIIC No. 51-53 Pada (18/08). Secara khusus ustadz Faishal M.Pd.I selaku ketua STAI Luqman Al-Hakim Surabaya membuka sekaligus mengalungkan syal sebagai tanda penugasan kepada mahasiswa.
Dalam sambutannya, Ketua STAIL, Ustadz Faisal, menegaskan bahwa penugasan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum STAIL yang memberikan pengalaman belajar secara langsung.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi STAIL dalam melahirkan kader leader yang profesional. Mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktis, kepedulian sosial, serta kompetensi yang beragam.
“Masyarakat akan melihat apa yang bisa kita berikan. Apalagi ketika sudah menyandang gelar sarjana, maka harus memiliki kemampuan yang luas dan multitalenta”, pesannya.
Ustadz Faisal juga memberikan tiga pesan utama kepada para mahasiswa, yakni menjalani proses secara maksimal agar memperoleh banyak pengalaman dan ilmu, menjaga amanah serta tanggung jawab, dan membangun komunikasi yang baik dengan lembaga tempat penugasan.
Beliau juga meminta sekaligus menitipkan para mahasiswa kepada penanggung jawab tempat tugas yang saat itu juga turut mengahdiri acara penugasan. Beliau memohon agar para penanggung jawab bisa membina, mengarahkan, serta mendampingi mahasiswa selama menjalankan tugas. Hal ini penting karena penugasan bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi merupakan bagian dari proses kaderisasi.
Dengan mengusung tema “Menempa diri dalam kaderisasi, Bergerak membangun peradaban”, penugasan departemen diharapkan menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa STAIL untuk belajar, bertumbuh, ditempa, dan dipersiapkan menjadi kader pemimpin yang siap memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.